BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pendidikan pada hakikatnya berlangsung seumur hidup,
dari sejak dalam kandungan kemudian melalui seluruh proses dan siklus kehidupan
manusia. Oleh karenanya, secara hakiki pembangunan pendidikan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dalam pembangunan manusia. Upaya-upaya pembangunan di
bidang pendidikan pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan
manusia itu sendiri.
Pendidikan merupakan hak setiap warga Negara, maka
di dalamnya mengandung makna bahwa pemberian layanan pendidikan kepada
individu, masyarakat dan warga Negara adalah tanggung jawab bersama antara
pemerintah, masyarakat dan keluarga. Karena itu, manajemen pembangunan
pendidikan harus di desain dan dilaksanakan secara terpadu dan diarahkan pada
peningkatan akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi warga masyarakat, bermutu,
efektif dan efisien dari perspektif manajemen. Pemerintah memiliki tugas dalam
memberikan pelayanan pendidikan bagi warganya sebagai hak warga yang harus
dipenuhi dalam pelayanan pemerintahan.
Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian
yang sangat fundamental untuk mendukung upaya-upaya pembangunan di bidang
lainnya. Pembangunan pendidikan dikatakan dasar bagi pembangunan lainnya
mengingat secara hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah untuk membangun
potensi manusia yang kelak akan menjadi pelaku pembangunan di berbagai bidang
pembangunan lainnya.
Dalam pembukaan UUD 45 disebutkan bahwa salah satu
tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, ini berarti
pemerintah memiliki tanggung jawab yang sangat mendasar untuk mencerdaskan
bangsanya seoptimal mungkin. Hal ini ditegaskan lebih rinci dalam BAB XII pasal
31 yang menyebutkan bahwa : (1) setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan
(ayat 1); dan (2) setiap warga Negara berhak mengikuti pendidikan dasar dan
pemerintah wajib membiayainya (ayat 2).
Permasalahan yang berkaitan dengan
bidang pendidikan di Provinsi Jawa
Barat antara lain : (1) Rata rata lama sekolah;
(2) Penuntasan melek aksara latin dan berhitung
; (3) Manajemen dan Tutor Pendidikan Anak Usia Dini; (4) Penyelenggaraan
pendidikan di daerah terpencil dan tertinggal Manajemen Berbasis Sekolah;
(5) ; (6) program paket A/B/C.
Perguruan tinggi di Jawa Barat baik jumlah maupun
kualitasnya sangat memadai, perguruan tinggi besar dan ternama cukup banyak
terdapat di Jawa Barat. Dengan memberdayakan perguruan tinggi dalam penuntasan
masalah-masalah pendidikan tentunya akan memberikan kontribusi yang bermakna.
Melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik diharapkan peran perguruan tinggi dapat
meningkatkan perannya dalam ikut mengatasi permasalahan pendidikan di Jawa
Barat.
Banyak faktor yang menyebabkan masih
perlunya penuntasan program Keaksaraan
Fungsional ini, antara lain: (1) faktor ekonomi, (2) faktor budaya, (3) faktor
geografi, dan (4) faktor keterbatasan anggaran dan SDM. Oleh karena itu perlu
adanya dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas
program Keaksaraan Fungsional ini di Jawa Barat. Perguruan tinggi diharapkan
ikut untuk mendorong percepatan Keaksaraan Fungsional ini terutama dengan
program Kuliah Kerja Nyatanya (KKN) Tematik. Melalui Kuliah Kernya Nyata
Tematik diharapkan gerakan program Keaksaraan Fungsional di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Subang dapat meningkat, sehingga
Jawa Barat dapat dinyatakan bebas buta aksara latin.
B.
Dimensi KKN
Tematik
Kuliah Kerja Nyata memiliki beberapa dimensi yaitu: (1) sebagai
program kurikuler, (2) program ko-kurikuler, (3) program ekstrakurikuler, dan
(4) program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. KKN sebagai
program kurikuler bertujuan: (1) melatih mahasiswa dalam menerapkan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni dan budaya (IPTEKSBUD) yang diperoleh di bangku
kuliah untuk diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di
masyarakat, (2) melatih dan mengembangkan life skills dan karakter
mahasiswa, (3) melatih mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat baik di
pedesaan maupun di perkotaan, sehingga mahasiswa memiliki kepekaan dan
kepedulian terhadap masyarakat yang memerlukan bantuan, dan (4) menyiapkan
calon pemimpin bangsa yang berpihak kepada kejujuran, keadilan, kebenaran dan
masyarakat miskin. Kuliah Kerja Nyata Tematik sebagai program pengabdian kepada
masyarakat bertujuan : (1) melatih mahasiswa dalam memecahkan masalah
pembangunan di masyarakat, (2) melatih mahasiswa dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi suatu program di masyarakat, dan (3) menggali
berbagai kondisi masyarakat sebagai feed
back (umpan balik) bagi Sekolah
Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah, dan pengembangan tridharma perguruan
tinggi.
C.
Status Kuliah Kerja Nyata
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Sekolah Tinggi Ilmu
Tarbiyah Sirojul Falah (STIT SIFA) merupakan program kurikuler wajib bagi
seluruh mahasiswa STIT SIFA (S1). Program KKN ini termuat dalam kurikulum
program S1, dengan bobot 4 SKS.
D.
Tujuan umum dan khusus Kuliah Kerja Nyata Tematik
Keaksaraan Fungsional
1.
Tujuan Umum
Secara umum tujuan yang ingin
dicapai dari KKN Tematik Keaksaraan
Fungsional ini adalah :
a) Menuntaskan program melek aksara latin di wilayah Desa
Cihowe.
b) Membantu pemerintah kabupaten, baik pada
tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi maupun dalam mempertajam umpan balik
program keaksaraan fungsional.
2.
Tujuan Khusus
Secara khusus tujuan
yang ingin dicapai KKN Tematik
Keaksaraan Fungsional ini adalah:
a)
Melakukan
Perintisan dan Penguatan PKBM yang ada di wilayah sasaran program Kuliah Kerja
nyata Tematik Keaksaraan Fungsional.
b)
Melakukan
pemetaan terhadap penduduk usia produktif yang tergolong belum melek aksara
latin.
c)
Mengidentifikasi
faktor utama yang menyebabkan banyaknya penduduk belum melek aksara latin.
d)
Menganalisis
hasil pemetaan dan identifikasi sebagai dasar untuk menentukan jenis program
Keaksaraan Fungsional.
e)
Meningkatkan
dan memotivasi kesadaran masyarakat dan institusi terkait akan pentingnya
program Keaksaraan Fungsional yang
berkelanjutan.
f)
Memberikan skill of life berbasis potensi lokal
untuk memotivasi warga belajar melakukan proses pembelajaran.
g)
Menyelenggarakan/terselenggaranya
kegiatan pembelajaran Keaksaraan Fungsional
tingkat Dasar/Lanjutan.
h)
Menyelenggarakan
evaluasi kegiatan pembelajaran Keaksaraan Fungsional tingat dasar/ lanjutan.
E.
Sasaran KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
Sasaran Program KKN Tematik Keaksaraan
Fungsional adalah :
1
Warga masyarakat di Desa Cihowe yang masih
buta baca tulis latin dan berhitung
2
Calon Kader /Tutor Keaksaraan Fungsional
3
Pimpinan daerah setempat.(Desa, RW dan RT)
F.
Target KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
1
Terpetakannya data yang akurat tentang penduduk usia produktif yang tergolong buta
aksara.
2
Teridentifikasinya faktor utama yang
menyebabkan banyaknya penduduk yang buta baca tulis latin dan berhitung (
Calistung ).
3
Terbentuknya kelompok-kelompok belajar
Keaksaraan Fungsional.
4
Terjadinya proses pembelajaran Keaksaraan
Fungsional secara rutin.
5
Meningkatnya kuanlitas dan kualitas
pembelajaran Keaksaraan Fungsional.
6
Terdapatnya tutor/kader yang diyakini akan
terus melaksanakan program Keaksaraan Fungsional.
7.
Terlaksananya evaluasi bagi warga belajar untuk
mendapatkan Sertifikat Warga
Belajar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul falah ( STIT SIFA )
Cibinong.
8.
Terdapatnya sejumlah warga belajar yang
dinyatakan lulus dan memperoleh Sertifikat dari
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul falah ( STIT SIFA )
Cibinong
G.
Lokasi KKN
Tematik Keaksaraan Fungsional
Lokasi Kuliah Kerja Nyata Tematik
Keaksaraan Fungsional yang akan dilakukan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul falah ( STIT SIFA )
Cibinong Tahun 2014 di fokuskan di Kecamatan Ciseeng. Terseber di di
2 Desa,
penyebaran lokasi, mahasiswa dan DPL dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3
Lokasi, Mahasiswa dan
DPL KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
(KF) Tahun 2014
|
No
|
Kabupaten
/Kota
|
Kecamatan
|
Desa
|
Jml
Mhs
|
DPL
|
|
1
|
Kabupaten bogor
|
Ciseeng
|
Cihowe
1. Kelompok I
( RW 04 )
2. Kelompok 2
( RW 03 )
|
17
18
|
Mulya Muthaharah, M. Si
Ahmad Sopian, S. Sy, M. Si
Supriyatin, M. Ag
Hj. Darlina Kartika R, M. Si
|
|
2
|
Kabupaten bogor
|
Ciseeng
|
Babakan
3. Kelompok 3
( RW 04 )
4. Kelompok 4
( RW 03 )
|
17
17
|
KH. Maslahuh Ihsan, MM. Pd
H. Hapudin, MM. Pd
Usep Awalani, M. Si
KH. Ahmad Sobari, M. Pd.I
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan
:
|
1. Jumlah Kabupaten
2. Jumlah Kota
3. Jumlah Kecamatan
4. Jumlah Desa
5. Jumlah Mahasiswa
6. Jumlah Dosen Pembimbing
|
:
:
:
:
:
:
|
1
-
1
2
69
8
|
H.
LANDASAN
1.
Undang – undang No 20 Tahun 2003
2.
Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999
3.
Keputusan Menteri agama RI No. 394 Tahun 2003
4.
Keputusan Menteri Agama RI No. 155 Tahun 2004
5.
Keputusan Menteri Agama RI No. 156 Tahun 2004
6.
Keputusan Menteri Agama RI No. 387 Tahun 2004
7.
Keputusan Dirjen Bimbaga Islam No. Dj/II/14/2005
8.
Kep. Gubernur Jawa Barat Nomor:423./Kep.901-Yansos/2011
9.
Surat Keputusan Ketua STIT No. 098/sk/STIT-SIFA/VIII/2014
tentang kegiatan Kuliah Kerja Nyata ( KKN )
BAB
II
KONDISI OBJEKTIF
KELURAHAN CIHOWE
KECAMATAN CISEENG
KABUPATEN BOGOR
A.
Gambaran Geografi
Desa Gihowe merupakan salah satu
Desa di Wilayah Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, dengan luas wilayah 221 Ha. yang terbagi dalam 3 (tiga) Dusun, 5 (lima) Rukun Warga (RW) dan 15 (lima belas) Rukun Tetangga (RT).
a. Batas wilayah Desa Cihowe adalah sebagai
berikut :
·
Sebelah
Utara berbatasan dengan Desa Cogreg – Kuripan
·
Sebelah
Timur berbatasan dengan Desa Bojong
Indah – Cogreg
·
Sebelah
Selatan berbatasan dengan Desa Ciseeng -
Cibentang
·
Sebelah
Barat berbatasan dengan Desa Cibentang – Kuripan
b. Jarak Kantor Desa ke Ibu Kota Kecamatan,
Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat dan ke Ibu Kota Negara adalah sebagai berikut :
1. Ibu Kota Kecamatan Ciseeng :
3 Km.
2. Ibu Kota Kabupaten Bogor. : 25 Km.
3. Ibu Kota Propinsi Jawa Barat : 70 Km.
4. Ibu Kota Negara :
40 Km.
5. Pemanfaatan lahan / penggunaan tanah di
Desa Cihowe adalah sebagai berikut :
1. Perumahan / pemukiman dan pekarangan :
76 Ha.
2. S a w a h :
90 Ha.
3. Ladang / Huma :
50 Ha.
4. J a l a n :
1,6 Ha.
5. Pemakaman / kuburan :
1,3 Ha.
6. Perkantoran : 0,1 Ha.
7. Lapangan olah raga :
0,7 Ha.
8. Tanah / Bangunan pendidikan : 1,1 Ha.
9. Tanah / Bangunan Peribadatan : 0,2 Ha.
6. Sedangkan Tanah Kas Desa seluas 3,9 Ha, penggunaannya adalah sebagai berikut :
1. Bangunan Kantor Desa : 0,1 Ha.
2. Bangunan
SD / SMP / MI : 0,1 Ha.
3. Tanah Makam / Kuburan
: 1,3 Ha.
4. Masjid / Mushollah / Majelis Taklim : 0,2 Ha.
5. Jalan Desa : 1,5 Ha.
6. Lapangan olah gara : 0,7 Ha.
B.
KONDISI
DEMOGRAFI
Jumlah penduduk Desa Cihowe sampai akhir bulan Juni
Tahun 2014 tercatat sebanyak 6.164 Jiwa
terdiri dari :
1. Laki-laki sebanyak 3.195 jiwa.
2. Perempuan sebanyak 2.989
jiwa.
3. Jumlah KK sebanyak 1.694 Jiwa.
a. Jumlah penduduk menurut struktur umur
sebagai berikut :
|
Kelompok Umur
|
Jumlah Jiwa
|
J u m l a h
|
|
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
||
|
0 – 4
|
332
|
305
|
637
|
|
5 – 9
|
206
|
220
|
426
|
|
10 – 14
|
225
|
280
|
574
|
|
15 – 19
|
311
|
265
|
576
|
|
20 – 24
|
181
|
164
|
345
|
|
25 – 29
|
190
|
154
|
324
|
|
30 – 34
|
218
|
217
|
435
|
|
35 – 39
|
217
|
207
|
424
|
|
40 – 44
|
231
|
195
|
425
|
|
45 – 49
|
207
|
207
|
414
|
|
50 – 54
|
318
|
208
|
526
|
|
55 – 59
|
206
|
237
|
443
|
|
60 – 64
|
150
|
148
|
298
|
|
65 Keatas
|
160
|
154
|
314
|
|
Jumlah
|
3.185
|
2.979
|
6.164
|
b. Jumlah penduduk menurut agama yang di anut
sebagai berikut :
1. Is l a m : 6.152 orang.
2. Katolik : - orang.
3. Protestan :
12 orang.
4. Budha : - orang.
5. Hindu : - orang.
c. Keadaan mata pencaharian penduduk Desa
Cihowe, adalah sebagai berikut :
1. Belum / Tidak bekerja : 2.821 orang
2. Petani / Peternak : 350 orang.
3. Pedagang :
107 orang.
4. Pegawai Negeri : 11 orang.
5. TNI / Polri : 2 orang.
6. Pensiunan / Purnawirawan : 3 orang.
7. Swasta :
32 orang.
8. Wiraswasta : 97 orang.
9. Buruh pabrik : 429 orang.
10. Pengrajin : 32 orang.
11. Tukang bangunan : 54
orang.
12. Penjahit :
341 orang.
13. Tukang las :
15 orang.
14. Tukang ojeg :
17 orang.
15. Bengkel : 8
orang.
16. Sopir Angkutan : 80
orang.
17. lain – lain . :
1722 orang.
d. Adapun, Tingkat Pendidikan Penduduk Desa
adalah sebagai berikut :
1.
Belum
/ Tidak Sekolah sebanyak : 1.625 orang.
2.
Tidak
tamat SD / Sederajat sebanyak : 1.758
orang.
3.
Tamat
SD / Sederajat sebanyak : 1.671 orang.
4.
Tamat
SLTP / Sederajat sebanyak : 742 orang.
5.
Tamat
SLTA / Sederajat sebanyak : 345 orang.
6.
Tamat
Akademi / Sarmud sebanyak : 6 orang.
7.
Tamat
Perguruan Tinggi / SI sebanyak : 14 orang.
8.
Tamat
Perguruan Tinggi / S2 sebanyak : - orang.
9.
Tamat
Perguruan Tinggi / S3 sebanyak : - orang.
- Kondisi Sosial, Budaya, dan Ekonomi
Secara umum kondisi sosial politik
serta ketentraman dan ketertiban di wilayah Desa Cihowe cukup mantap dan
terkendali. Dalam hal ini, kehidupan politik warga masyarakat dapat tersalurkan
sesuai dengan aspirasinya seiring dengan bergulirnya repormasi dan banyaknya
Partai politik yang berkembang pada data ini.
Berkaitan dengan masalah keamanan
dan ketertiban, dapat disampaikan bahwa pada Tahun 2014 situasi dan kondisi desa Cihowe terbilang
aman. Adapun gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi antara lain :
1. Pencurian sebanyak 2 kali
2. Penipuan
sebanyak 0 kali
3. Perampokan sebanyak 0 Kali
4. Pemerkosaan sebanyak 0 kali
5. Narkoba sebanyak 0 kali
6. Pembunuhan sebanyak 0 kali
7. Perjudian sebanyak 0 kali
8. Perkelahian sebanyak 0 kali
9. Pemerasan sebanyak 0 kali
10.
Penculikan sebanyak 0 kali
11.
Pemalsuan sebanyak 0 kali
12.
Perzinahan sebanyak 0 kali
13.
Penganiayaan sebanyak 0 kali
14.
Pengrusakan sebanyak 0 kali
15.
Penyerobotan tanah 0 kali
16.
Lain – lain sebanyak 0 kali
Adapun jumlah anggota Perlindungan
Masyarakat (Linmas) sampai saat ini
tercatat sebanyak 32 orang. Berkaitan dengan keberadaan dan kelembagaan Linmas,
dimana saat ini sudah dibentuk
dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor
Kantor Kesbang dan Linmas yang mengatur tentang keberadaan Linmas di
Tingkat Kabupaten Bogor, sesuai dengan berubahnya Organisasi dan Tata Kerja
Pemerintah Kabupaten Bogor.
- SARANA DAN PRASARANA
a.
Sarana dan prasarana Pemerintahan Desa :
1.
Kantor Desa : 1 buah.
2.
Balai pertemuan / aula :
- buah.
3.
Ruangan kantor BPD : 1 buah
4.
Ruangan kantor LPM : 1 buah
5.
Ruangan PKK : 1 buah
6.
Pos Kamling : 5 buah.
- Sarana dan prasarana umum
1.
Jalan beton :
- Km.
2.
Jalan Hotmix : - Km.
3.
Jalan Aspal : 1,95 Km.
4.
Jalan Pengerasan :
- Km.
5.
Jalan Tanah :
2,4 Km.
6.
Jalan gang :
2 Km.
7.
Jembatan :
16 buah.
- Sarana dan Prasarana Pendidikan Umum
1. TK : - buah.
2. SD : 2 buah.
3. SLTP : - buah.
4. SMU
/ SMK : - buah.
5. DIPLOMA : - buah.
6. Perguruan
Tinggi : - buah.
7. Tempat-tempat
Kursus : - buah.
8. BLK : - buah.
b. Sarana
dan Prasarana Pendidiakn Islam :
1.
R.A / TK ALQUR’AN : 6
buah.
2.
MADRASAH IBTIDAIYAH : 1
buah.
3.
M T S : 1 buah.
4.
M A N : - buah.
5.
Pondok Pesantren : 1 buah.
6.
Majelis Taklim : 13 buah.
- Sarana dan Prasarana Peribadatan :
1.
Masjid : 8 buah
2.
Mushola : 8
buah
3.
Gereja : - buah
4.
Vihara : - buah
5.
P u r a : - buah
- Sarana dan Prasarana Kesehatan :
1.
Puskesmas : - buah
2.
BKIA Rumah Bersalin
: - buah
3.
Poliklinik : - buah
4.
Posyandu : 8 buah
5.
Apotik / Toko obat : - buah
Sedangkan jumlah tenaga medis yang
ada dan melaksanakan praktek di desa, adalah sebagai berikut :
1.
Dokter Puskesmas : - orang
2.
Dokter Praktek Swasta : - orang
3.
Bidan Desa : 1 orang
4.
Bidan Praktek Swasta : - orang
5.
Dukun beranak terlatih : 1 orang
6.
Dukun beranak tak terlatih : 1 orang
7.
Kader Posyandu : 26 orang
- Fasilitas Perekonomian / Perdagangan :
1.
Bank Pemerintah : - buah
2.
Kios/Toko/Warung : 24 buah
3.
Matrial/Bahan Bangunan : -
buah
4.
Wartel/Kiostel : - buah
5.
Pom Bensin : - buah
- Lain-lain Fasilitas / Sarana dan Prasarana yang ada :
1.
Lapangan Sepak Bola : 1
buah
2.
Lapangan Badminton : 2
buah
3.
Lapangan Basket : - buah
4.
Lapangan Bola Voli : - buah
5.
Lapangan Tenis : - buah
PETA
WILAYAH DESA CIHOWE

BAB
III
PROGRAM KEGIATAN
A. Bidang
Keagamaan dan Pendidikan
Dalam bidang keagamaan, Mahasiswa peserta
KKN Tematik turut aktif dalam pengajian di Pondok Pesantren dan di majlis – majlis
ta’lim di Desa Cihowe.
a.
Tahapan program:
- Identifikasi Keaksaraan
Sebelum terlibat dalam proses belajar
mengajar maka tutor terlebih dahulu melakukan identifikasi keaksaraan.
Identifikasi keaksaraan dimaksudkan untuk mengetahui potensi masyarakat dan
masalah-masalah yang dihadapinya.
Melalui kegiatan observasi keaksaraan,
maka tutor sebagai pemeran utama dalam program pendidikan keaksaraan akan
mendapatkan gambaran yang tepat tentang kemampuan dasar dan kebutuhan mendengarkan,
berbicara, membaca,
menulis, serta berhitung masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan
melibatkan warga belajar dalam proses membuat kesepakatan belajar dan rencana
pembelajaran.
Oleh karena kemampuan masing-masing
warga belajar pada awal masuk kelompok belajar tidak sama, maka sebelum membuat
kesepakatan belajar dan menyusun rencana pembelajaran terlebih dahulu tutor
perlu menilai kemampuan awal setiap warga belajar guna memperoleh gambaran
tentang keterampilan dasar dan kemampuan fungsionalnya.
- Membuat Kesepakatan Belajar
Kesepakatan belajar merupakan kegiatan
pertama dalam kelompok belajar untuk memulai proses pembelajaran. Kesepakatan
belajar merupakan bentuk kesepakatan antara tutor dan warga belajar dalam
mengidentifikasi bahan belajar atau materi pembelajaran. Kesepakatan belajar akan
membantu kelompok belajar dalam mengelola pembelajaran dan membantu tutor dalam
mengevaluasi kemajuan warga belajar.
- Menyusun Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran disusun oleh tutor
dan didiskusikan bersama dengan warga belajar. Rencana pembelajaran harus
memuat aktifitas diskusi, membaca, menulis, berhitung, dan aksi (penerapan) sesuai dengan topik
pembelajaran yang telah dipilih dan disepakati warga belajar sebagaimana
tertuang dalam kesepakatan belajar.
- Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sesuai
kesepakatan warga dan setelah melalui tiga kegiatan sebelumnya yang telah
diuraikan di atas.
- Kegiatan-kegiatan lain di samping kegiatan pendidikan keaksaraan
Selain melaksanakan kegiatan pendidikan
keaksaraan, Tim KKN Tematik STIT Sirojul Falah Tahun 2014 bertempat di Desa
Cihowe, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor juga melakukan program-program lain, diantaranya Mengisi
Pengajian Diniyah Takmiliyah Salafi, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Pengajian
Remaja, Bakti Sosial, Pelatihan Qosidah, Pengajaran PAI di Mts Athfalul Haq,
Les Baca Usia dini serta kegiatan-kegiatan lain yang bersifat positif selama tidak
mengganggu kegiatan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional.
b. Tempat
Pelaksanaan KKN
Kegiatan KKN Tematik ini bertempat di Dusun
II Desa Cihowe, Kecamatan Ciseeng,
Kabupaten Bogor.
Terdiri dari 3 majlis ta’lim, yaitu :
1. Majlis
Ta’lim Daarul Hikmah
2. Majlis
Ta’lim Asyhirot
3. Majlis
Ta’lim Umul Quro
Untuk teknis pelaksanaan kami
memfokuskan masing-masing tutor di setiap majlis ta’lim.
c. Waktu
Pelaksanaan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik
Keaksaraan Fungsional di Kp. Cibentang, Desa Cihowe, Kecamatan Ciseeng,
Kabupaten Bogor berlangsung selama 30 (tiga puluh) hari efektif, yaitu terhitung mulai tanggal 16
Agutus s.d 15
September Tahun 2014.
d. Tahapan
Program Penyelenggaraan Pendidikan
Keaksaraan
1. Orientasi Lapangan
Setelah mahasiswa peserta KKN Tematik
KF berada di lokasi Desa/ Kelurahan, maka pada dua hari pertama mahasiswa
melakukan orientasi lapangan yang difokuskan pada kegiatan-kegiatan sebagai
berikut:
a. Mengadakan perkenalan dengan Kepala
Desa /Lurah dan aparat desa lainnya, serta para tokoh masyarakat setempat dalam
rangka membangun hubungan sosial yang baik dengan pihak masyarakat.
b. Mengadakan koordinasi dan konsultasi
dengan Kepala Desa dan aparat desa lainnya untuk menyusun rencana program
kegiatan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional.
c. Melakukan pendataan dan identifikasi
nama-nama calon warga belajar pendidikan keaksraaan yang meliputi nama lengkap,
tempat dan tanggal lahir atau umur, alamat lengkap, jenis kelamin, status
keaksaraan.
d.
Menyusun rencana dan langkah-langkah
kongkrit dalam rangka pelaksanaan program pembelajaran.
e.
Mengadakan pertemuan pra kondisi dengan calon warga belajar yang telah didata
dan diidentifikasi dalam rangka menyampaikan beberapa informasi awal tentang
rencana pelakasanaan program.
f. Menyiapkan sarana prasarana
pendukung yang dibutuhkan dalam proses kegiatan pembelajaran.
2. Pembentukan Kelompok Belajar
Setelah
dianggap cukup dalam melakukan kegiatan orientasi lapangan, maka mahasiswa
melakukan kegiatan-kegiatan berikut:
a. Membentuk kelompok belajar yang beranggotakan setiap kelompok minimal 15
(lima belas) warga belajar.
b. Menetukan dan menyiapkan tempat yang
representatif untuk pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan jumlah
kelompok dengan melakukan koordinasi dan konsultasi bersama Tokoh Masyarakat
setempat atau aparat desa lainnya.
c. Menyusun jadwal kegiatan proses
pembelajaran dengan memperhatikan kesempatan atau waktu yang dimiliki oleh
masing-masing warga belajar agar mereka merasa nyaman dan tidak terganggu
aktifitas rutin harian.
d. Menyusun kontrak belajar
(kesepakatan bersama dengan warga belajar) untuk membangun komitmen bersama agar
terget tercapai sesuai dengan waktu yang tersedia.
3. Proses Pembelajaran
a. Kegiatan pembelajaran tutorial
Keaksaraan Fungsional dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin secara efektif
dan efisien.
b. Menyiapkan semua perencanaan dan
persiapan secara matang.
c. Melakukan evaluasi secara bertahap
pada setiap proses pembelajaran untuk mengukur hasil dan perkembangan kemampuan
warga belajar secara cepat dan tepat.
d. Mengkonsultasikan beberapa kesulitan
dalam proses pembelajaran kepada DPL atau Tim Pelakasanaan KKN Tematik
Keaksaraan Fungsional.
e. Mencatat semua proses pelaksanaan
kegiatan KKN Tematik setiap hari ke dalam buku kerja individu sebagai bahan
pembuatan laporan akhir kegiatan KKN dan memintakan tanda tangan DPL pada buku
kerja individu ketika dilakukan pendampingan di lokasi KKN.
f. Mendokumentasi setiap aktivitas yang
berhubungan langsung dengan kegiatan KKN Tematik KF untuk keperluan lampiran laporan akhir
kegiatan KKN dan visualisasi pada saat dilakukan kunjungan kerja pimpinan di
lokasi KKN.
g. Melakukan evaluasi hasil
pembelajaran pada akhir kegiatan KKN Tematik sesuai dengan standar bahan evaluasi yang telah
ditetapkan
1. Garapan
Khusus
Untuk bidang garapan khusus, yaitu
bidang pendidikan dan keagamaan mahasiswa KKN turut serta dalam kegiatan belajar mengajar di Mts, Diniyah, PAUD, TPA,
dan bimbingan belajar serta pelaksanaan program pengajian/Majlis Ta’lim. Adapun
keseluruhan pemetaan jadwal kegiatan peserta KKN dilampirkan dalam lampiran.
2. Garapan Umum/ penunjang
Untuk garapan umum yaitu mencakup
dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi serta kesehatan mahasiswa KKN turut
serta membantu dalam terlaksananya pembuatan MCK di PP. Daarul Hikmah, dan
membantu pada program POSYANDU yang berada di RT 02, serta mengunjungi beberapa
perekonomian warga dan turut mencari informasi dalam meningkatkan perekonomian
warga
BAB
IV
PELAKSANAAN
PROGRAM
A.
Pendataan Calon Warga Belajar
Pendataan calon warga belajar dilakukan
sehari setelah pembukaan KKN. Pendataan yang berlangsung selama 4 hari
dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya koordinasi dengan Kepala Desa yang
diteruskan ke Kepala Dusun II dengan cara mendatangi majlis ta’lim-majlis
ta’lim dan pendekatan personal (door to door) ke rumah masing-masing
calon warga.
B.
Pembentukan Kelompok Belajar
Data calon warga
belajar yang didapat pada proses pendataan diklasifikasikan berdasarkan
wilayah tempat tinggal. Klasifikasi warga sesuai dengan alamat tempat tinggal
tersebut memudahkan dalam pembentukan kelompok belajar. Kesepakatan pembentukan
kelompok belajar dilakukan dan didiskusikan bersama oleh tutor dan calon warga
belajar. Pembentukan kelompok belajar dilakukan dengan mengadakan pertemuan bersama warga belajar
serta mahasiswa KKN yang akan berperan sebagai tutor. Dari hasil pertemuan yang
berlokasi di masing-masing majlis
ta’lim, diperoleh data
bahwa warga belajar dikelompokkan
menjadi 3 kelompok belajar.
1.
Proses
Pelaksanaan Pembelajaran
a.
Strategi pembelajaran
Telah dimaklumi bersama bahwa pada
umumnya sasaran program penuntasan buta aksara terdiri dari masyarakat orang
dewasa. Oleh karena itu dalam membelajarkan mereka tentu harus memperhatikan
konsep belajar untuk orang dewasa (andragogi).
Ada beberapa prinsip belajar bagi orang
dewasa yang harus dipahami setiap tutor, antara lain adalah:
A.
Pembelajaran
berorientasi pada masalah yang dihadapi warga belajar (problem oriented).
B. Pembelajaran
berorientasi pada pengalaman sendiri warga belajar (experiences oriented)
C.
Warga belajar
bebas untuk belajar sesuai dengan pengalamannya, dan pengalaman bermakna (meaningfull)
bagi warga belajar.
D.
Tujuan
pembelajaran ditentukan dan disetujui warga belajar melalui kontrak belajar (learning
Contract).
E.
Warga Belajar
memperoleh umpan balik tentang pencapaian tujuan pembelajaran.
F.
Motivasi
instrinsik menghasilkan pembelajaran lebih mudah diserap dan lebih permanen.
G.
Bahan ajar
lebih mudah dipelajari oleh WB apabila sesuai dengan kebiasaannya.
H.
Partisipasi
aktif setiap WB dalam proses pembelajaran memperbaiki ingatan mereka.
Ø Berdasarkan prinsip-prinsip di atas maka ada beberapa hal
yang perlu mendapatkan perhatian dari setiap tutor, yaitu:
a.
Warga belajar
termotivasi untuk belajar jika materi pembelajaran sesuai dengan pengalaman,
minat, dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, materi pembelajaran dibuat
menarik dan ada hubungannya secara langsung dengan pengalaman, minat, dan
kebutuhan hidup sehari-hari warga belajar.
b.
Setiap WB
memiliki pengalam sendiri dan pengalaman mereka merupakan sumber utama bagi
proses pembelajaran. Oleh karena itu metode utama dalam pembelajaran adalah
menganalisis pengalaman WB secara bersama-sama.
c. Orientasi
belajar berhubungan erat dengan kehidupan WB, sehingga unit yang tepat untuk
pembelajaran adalah situasi kehidupan sehari-hari setiap WB, bukan mata
pelajarannya.
d. Setiap WB
mempunyai keinginan dan kebutuhan untuk mengarahkan diri menuju kemandirian
berdasarkan situasi tertentu. Oleh karena itu, tutor memberikan dorongan
semangat yang terus-menerus, dapat berperan dalam meningkatkan proses saling
memberi dan menerima, bukan mentransfer pengetahuan kepada mereka.
e.
Tutor
memposisikan setiap WB sebagai subjek aktif dalam proses-proses perencanaan
maupun pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, tutor memberikan kesempatan penuh
kepada warga belajar untuk memanfaatkan pengetahuan, kemampuan, dan
keterampilannya dalam kelompok belajar.
f.
Setiap WB
senang bila aktifitas belajarnya dapat memecahkan masalah mereka menjadi
bermakna bagi kehidupannya, dan hasil belajarnya dapat diterapkan.Oleh karena
itu, materi pembelajaran bersifat praktis, konkrit, dan bermanfaat bagi WB,
bukan hal-hal yang bersifat teoritik dan abstrak.
2.
Penyusunan Bahan Ajar Tematik
a.
Pengertian
Bahan Ajar Tematik
Tematik adalah pokok isi atau
wilayah isi dari suatu bahasan materi yang terkait dengan masalah dan kebutuhan
lokal yang dijadikan tema atau judul dan akan disajikan dalam proses
pembelajaran dikelompok belajar.
b. Tujuan Penyusunan Bahan Ajar Tematik
Penyusunan
bahan ajar tematik dalam program keaksaraan fungsinal bertujuan untuk :
1) Memberikan arah
pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan WB
2) Membantu
memeperjelas materi yang disajikan sehingga mudah dierima dan dipahami WB
3) Melakukan
Penuntasan ruang lingkup materi agar lebih fokus atau tidak terlampau luas
4) Mempercepat hasil pembelajan
terhadap WB
5) Memperkuat kemampuan keaksaraan WB
agar tidak buta aksara kembali dan menjadi WB yang mandiri
6) Memberikan
akses kemudahan WB dalam memperoleh informasi
7) Mengembangkan kesadaran kritis WB
8) Membentuk sikap mental rasional dan
ilmiah dikalangan WB
9) Membangun
suasana kelompok belajar yang menyenangkan dan menghibur WB
c.
Manfaat
Bahan Ajar Tematik
Penyusunan
bahan ajar tematik dalam program keaksaraan fungsional diharapkan memberikan
manfaat :
1) Proses
pembelajaran lebih terarah sesuai dengan minat dan kebutuhan WB
2) Merangsang WB
untuk aktif dalam proses menentukan kebutuhan belajarnya sendiri
3) Materi
pembelajaran lebih jelas dan fokus sehingga akan cepat dan mudah diterima dan
dipahami WB
4) Sebagai alat
bantu bagi tutor dalam membelajarkan membaca, menulis, dan berhitung
(calistung) kepada WB
5) Sebagai alat
bantu bagi tutor untuk menyampaikan pesan atau meteri pembelajaran yang harus
dikuasai oleh WB.
- Tempat dan Waktu Pembelajaran
Kegiatan KKN Tematik Keaksaraan
Fungsional ini bertempat di Kp Cibentang, Desa Cihowe, Kecamatan
Ciseeng, Kabupaten Bogor.Sedangkan kegiatan pembelajaran disesuaikan
dengan kesepakatan warga belajar yang kemudian
akan dibentuk kelompok belajar. Tempat pembelajaran itu hendaknya dekat dengan
pemukiman warga, dan memiliki sarana prasarana serta kondisi yang mendukung
proses pembelajaran tersebut. Sebagian besar lokasi kegiatan pembelajaran kelompok
belajar bertempat di kediaman ketua RT masing-masing
|
NO
|
TEMPAT
|
WAKTU
|
|
1
|
MT. UMMUL QURO ( Ibu Siti )
|
Senin- Kamis
18.30-20.30 WIB
|
|
2
|
MT. DAARUL HIKMAH
|
Senin & kamis
09.00-10.00 WIB
|
|
3
|
MT. ASSHIROT
|
Senin & Kamis
02.00-03.00 WIB
|
.
Faktor
Pendukung dan Penghambat
- Dukungan Program Keaksaraan Fungsional antara lain :
a.
Adanya bantuan
dari perangkat desa
yang membantu mengumpulkan warga dan mensosialisasikan program Keaksaraan Fungsional.
b. Adanya bantuan
dari warga sekitar untuk menyediakan tempat belajar kegiatan PBA.
c.
Peran aktif dan semangat
warga belajar dalam mengikuti proses belajar sehingga memperlancar
jalannya program.
d. Motivasi dari
mahasiswa sendiri untuk melaksanakan kegiatan Keaksaraan Fungsional..
- Hambatan yang dihadapai antara lain :
a. Banyak warga
yang malu untuk mengikuti proses belajar KF.
b. Kesibukkan
warga masyarakat akan pekerjaannya sehingga sulit sekalimembagi waktu untuk
belajar.
c. Banyak warga yang sudah terlalu lelah dengan beban hidup sehingga jarang
sekalimemikirkan masalah pendidikan.
d. Keadaan fisik
warga belajar yang tidak mendukung karena capek atau sudah tua.
e. Faktor usia
menyebabkan beberapa warga belajar sulit menerima materi yang diberikan.
I.
Upaya
Mengatasi Hambatan
Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk
mengatasi hambatan-hambatan tersebut di atas antara lain:
- Melakukan pendekatan dengan warga melalui kunjungan kerumah-rumah untuk bersilaturahmi.
- Mengadakan kegiatan-kegiatan di luar KF yang mampu mempererat hubungan dengan WB seperti pengajian, memasak, posyandu, dsb.
- Bantuan kepala desa, ketua RT/RW sangat diperlukan untuk memberikan pengarahan kepada calon warga belajar untuk mengikuti kegiatan ini karena mengingat pentingnya pendidikan bagi warga.
- Meminta bantuan warga sekitar dalam memperlancar jalannya kegiatan KKN ini, meminjam peralatan untuk praktek keterampilan warga belajar.
- Memberikan pengertian pada warga belajar bahwa waktu pembelajaran hanya sebentar jadi diharapkan warga belajar datang lebih awal.
- Ingatan warga belajar yang sudah lemah diupayakan dengan mengulangi bahan ajar pertemuan sebelumnya pada awal kegiatan pembelajaran. dan setelah itu baru melanjutkan ke bahan ajar selanjutnya.
Adapun
dibidang garapan yang dilaksanakan oleh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah Bogor, khususnya kelompok 1
kelurahan cihowe kecamatan ciseeng kabupaten Bogor, diprioritaskan pada:
A. Program-program KKN yang dijalankan
1. Garapan pokok : Bidang Keaksaraan
Fungsional.
Ø Bidang Keaksaraan Fungsional
·
Mengajar
dan membantu proses belajar mengajar bagi warga yang buta aksara.
·
Mengadakan
perlombaan bagi warga belajar
·
Mengadakan
kegiatan seperti memasak bersama ibu-ibu warga belajar agar tambah akrab tali
silaturrahmi
2. Garapan penunjang : Bidang Keagamaan,
Pendidikan, Social, Ekonomi, Kesehatan, Lingkungan Dan Budaya.
·
Bidang
Keagamaan
a. Programnya meliputi : pengajian
bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, maupun anak-anak.
b. Mengajarkan dan ikut serta dalam
kegiatan pengajian ibu-ibu dan anak-anak
·
Bidang
Pendidikan
a. Mengadakan bimbingan belajar
b. Mengenalkan dan membimbing anak-anak MD(
Madrasah Diniyah) dalam mengenalkan budaya lewat nyayian dan tarian.
·
Bidang
Sosial, Ekonomi, Kesehatan, lingkungan dan Budaya
a. Silaturrahmi dan Observasi ke aparat
kelurahan, tokoh masyarakat, kader posyandu, lembaga pendidikan formal dan non
formal serta warga masyarakat.
b. Kunjungan ke Wirausaha pembuatan
manik-manik dan pembuatan aksesoris wanita
c. Kunjungan ke pembudidayaan ikan hias dan
pertanian pohon palem
d. Membuat MCK untuk Pondok pesantren
DAARUL HIKMAH RW 04
e. Ikut serta dalam kegiatan posyandu
f. Mengadakan kegiatan olahraga bersama
g. Melatih pemudi dalam memainkan qosidah
3. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah
Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah Bogor untuk tahun 2014 dilaksanakan mulai
hari kamis 14 agustus 2014 sampaihari senin tanggal 15 september 2014.
Adapun Tim penyusunan dalam hal ini
adalah kelompok 1 yang diamanahi wilayah Kuliyah Kerja Nyata ( KKN ) di
Kelurahan Cihowe Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.
4. PESERTA KKN
Peserta
Kuliyah Kerja Nyata ( KKN ) kelompok 1 di Kelurahan Cihowe Kecamatan Ciseeng
Kabupaten Bogor sebanyak 16 orang mahasiswa Seokolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Sirojul Falah ( STIT SIFA ).
Adapun nama-nama
peserta KKN kelompok 1 terlampir.
B. Hasil
KKN Tematik tiap bidang Tema KKN
Bidang
Keaksaraan Fungsional
Meminimalkan
dan mengentaskan buta aksara pada masyarakat Desa Cihowe, mencetak kader dan
kelangsungan program KF, yang bertempat di PP. Daarul Hikmah dan Majlis Ta’lim
Ummul Quro.
Pelaksanaan
program kader KF yaitu:
|
NO
|
TEMPAT
|
WAKTU
PELAKSANAAN
|
PELAKSANA
|
|
1
|
PP.
Daarul Hikmah
|
Selasa
& Kamis
08.00-10.00
WIB
|
Ustdz.
Nurlela
|
|
2
|
MT.
Ummul Qurra
|
Sabtu.
18.30-20.00
WIB
|
Siti
Alfiah
|
Selain
mencetak kader demi kelangsungan program KF kami juga dari kelompok 1
memberikan sejumlah Al-Qur’an pada beberapa Majlis Ta’lim, dan merenovasi
gedung PAUD yang bertempat di PP. Daarul Hikmah
Program
dibidang pendidikan yang kami rencanakan dan belum sempat terealisasi karena
permasalahan birokrasi dan waktu KKN yang terbilang singkat yaitu :
BAB
V
EVALUASI
DAN PELAPORAN KKN TEMATIK KEAKSARAAN FUNGSIONAL
A.
Evaluasi
Evaluasi
KKN Tematik Keaksaran Fungsional dilakukan pada setiap tahapan kegiatan mulai
dari tahap diklat, pelaksanaan di lapangan, dan penyusunan laporan akhir
kelompok. Oleh karena evaluasinya termasuk mencakup evaluasi proses dan
evaluasi hasil. Evaluasi proses mencakup evaluasi pada tahapan proses-proses
yang harus dijalani oleh setiap mahasiswa KKN Tematik. Sedangkan evaluasi hasil
dilihat dari hasil-hahil KKN Tematik di lapangan sebagai dampak dari
pelaksanaan program KKN Tematik KF oleh mahasiswa sesuai dengan perencanaan
program yang telah ditetapkan sebelumnya.
B.
Evaluasi Peserta KKN Tematik
Evaluasi
ini dilakukan oleh Dosen yang menjadi narasumber pembekalan dan DPL. Komponen
yang dinilai adalah :
1. Pembekalan
Penilaian dilakukan pada saat pembekalan
(kehadiran dan pertisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembekalan) dan setelah
selesai pembekalan melalui test. Tujuan test adalah untuk mengukur kemampuan
pemahaman mahasiswa terhadap materi pembekalan.
2. Penyusunan program kerja
Penilaian
program kerja didasarkan pada :
a) Isi program kerja, mencakup :
- Kesesuaian program kerja dengan tema KKN
Tematik serta masalah dan potensi kelompok sasaran.
- Kesesuaian jadwal pelaksanaan program
kerja dengan jenis program, sasaran, manfaat kegiatan, pencapaian.
a) Penulisan, mencakup :
- Sistematika penulisan
- Kerapihan, kelengkapan data
b) Ketepatan penyerahan laporan Penyusunan
program kerja.
c) Aktifitas mahasiswa dalam penyusunan
program kerja (x1).
3. Pelaksanaan program kerja
Penilaian pelaksanaan program kerja
didasarkan :
a) Kemampuan merealisasikan program kerja
yang bersifat fisik maupun non fisik.
b) Kemampuan menyelenggarakan program
tambahan diluar program kerja yang telah ditetapkan.
c) Kemampuan mendayagunakan potensi lokal.
d) Kemampuan mengembangkan jaringan dan
konsultasi.
e) Kesesuaian program kerja dengan
nilai-nilai sosial budaya setempat.
4. Kinerja mahasiswa peserta KKN-Tematik
Penilaian
kinerja mahasiswa didasarkan pada :
a) Disiplin, yang ditandai dengan :
- Frekuensi kehadiran di lokasi KKN
Tematik
- Ketepatan waktu dalam menjalankan tugas
yang menjadi tanggung jawabnya.
- Mentaati peraturan KKN Tematik
b) Kerjasama, yang ditandai dengan :
- Kemampuan menjalin kerjasama antar
mahasiswa
- Kemampuan bekerjasama dengan lembaga
pemerintah, tokoh masyarakat, kader, warga masyarakat.
c) Penyesuaian diri, yang ditandai dengan :
- Kemampuan menyesuaikan diri dengan nilai
dan norma sosial budaya masyarakat serta situasi dan kondisi di lokasi KKN
Tematik.
- Kemampuan menyesuaikan diri bekerja
dengan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
d) Aktifitas kerja yang ditandai dengan :
- Kemampuan berpartisipasi aktif dalam
setiap kegiatan
- Kesungguhan dalam melaksanakan tugas
yang menjadi tanggung jawabnya.
- Kemampuan untuk mengembangkan inisiatif
serta kreatifitasnya dalam melaksanakan kegiatan KKN Tematik.
- Kemampuan untuk menggerakkan masyarakat.
- Kemampuan untuk memecahkan masalah.
5. Laporan KKN Tematik, ditandai dengan
penilaian terhadap :
a) Sistematika dan cara penulisan laporan.
b) Isi laporan, mencakup : Jenis kegiatan,
target, pencapaian target, penggunaan dana, ketepatan jadwal, faktor pendorong
dan hambatan yang terjadi selama pelaksanaan program KKN Tematik dan upaya yang
telah dilakukan untuk mengatasinya serta kelengkapan data.
c) Peranserta individu dalam penyusunan
laporan.
6. Bobot Komponen Penilaian
Komponen
penilaian diberi bobot seperti berikut ini :
|
a.
|
Pembekalan
(materi, proses dan isi)
|
:
10 %
|
|
b.
|
Penyusunan
Program Kerja
|
:
5 %
|
|
c.
|
Pelaksanaan
Program Kerja
|
:
10 %
|
|
d.
|
Kinerja
Mahasiswa (kehadiran, aktifitas, perilaku)
|
:
70 %
|
|
e.
|
Laporan
KKN Tematik
|
:
5 %
|
7. Nilai Akhir
Metoda penilaian diserahkan kepada masing-masing
perguruan tinggi penyelenggara KKN Tematik
C.
Evaluasi
Program KKN Tematik
Evaluasi program KKN
Tematik dilaksanakan oleh penyelenggara KKN Tematik. Bahan evaluasi dapat diperoleh dari laporan tertulis
mahasiswa maupun DPL. Tujuannya untuk mengetahui tingkat keberhasilan program.
Aspek-aspek yang dievaluasi meliputi hal-hal yang berhubungan dengan
pengelolaan, pelaksanaan tiap tahapan kegiatan termasuk penyusunan laporan dan
penilaian. Bila diuraikan lebih jauh, aspek-aspek yang dievaluasi mencakup
antara lain :
1. Keseluruhan proses kegiatan
2. Perubahan dan perkembangan kehidupan
masyarakat yang menjadi sasaran KKN Tematik
3. Respon dan keterlibatan masyarakat dalam
kegiatan KKN Tematik
4. Keterbukaan masyarakat terhadap inovasi.
5. Umpan balik pasca kegiatan KKN Tematik
Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana tujuan yang
telah dicapai dan dampak yang ditimbulkannya, perkembangan kepribadian
mahasiswa, pemberdayaan masyarakat dan perkembangan kelembagaan.
D.
Pelaporan
Kegiatan KKN Tematik
wajib dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun manajerial melalui suatu
laporan. Materi laporan meliputi kegiatan perencanaan program, perkembangan
pelaksanaan program hingga evaluasi penyelenggaraan KKN Tematik secara
keseluruhan. Laporan ini dapat menjadi umpan balik guna pengembangan dan
peningkatan pelaksanaan KKN Tematik pada waktu berikutnya agar kegiatan KKN
Tematik ini dapat berdaya guna dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai.
Laporan KKN Tematik terdiri dari Laporan
Mahasiswa dan Laporan Penyelenggara KKN Tematik
5. Laporan Kelompok Mahasiswa Peserta KKN
Tematik
Laporan Mahasiswa berisi tentang
Laporan Rencana Program Kegiatan (LRPK) dan Laporan Pelaksanaan Program
Kegiatan (LPPK) secara individu maupun kelompok. Laporan ini disampaikan kepada
DPL sebagai salah satu aspek dari nilai akhir. Sistematika laporan ditentukan
oleh penyelenggara KKN Tematik.
6. Laporan Penyelenggara KKN Tematik
Laporan Penyelenggaraan KKN Tematik
disusun dan dilaporkan oleh penanggung jawab penyelenggaraan KKN Tematik. . Isi
laporan paling sedikit harus memuat hal-hal sebagai berikut :
a)
Rencana
Kegiatan
b)
Penyelenggaraan
program KKN Tematik
c)
Permasalahan
dan upaya penanggulangannya
d)
Rencana
tindak lanjut.
E. Sistematika
Penulisan Laporan Kelompok Mahasiswa
Sistematika
penulisan pelaporan yang menjadi panduan adalah sebagai berikut:
BAB
I. PENDAHULUAN berisi :
a. Latar belakang
b. Dimensi KKN Tematik
c. Status KKN
d. Tujuan umum dan khusus KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
e. Sasaran
KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
f. Target KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
BAB
II. KONDISI OBJEKTIF MASYARAKAT DESA Berisi
:
a. Gambaran geografis
b. Kondisi demografi
c. Kondisi sosial, budaya, dan ekonomi
d. Sarana dan prasarana
BAB
III PROGRAM KEGIATAN
Mencakup bidang program khusus dan
umum/penunjang
BAB
IV PELAKSANAAN PROGRAM disertai faktor pendukung dan penghambat
BAB
V EVALUASI
LAPORAN
AKHIR
MAHASISWA
PESERTA KULIAH KERJA NYATA STIT SIROJUL FALAH-BOGOR TAHUN AKADEMIK 2014-2015

Disusun
oleh
1.
Jamilah 9. Nisa chaerunnisa
2.
M. Jalaludin 10. Pepen supendi
3.
Nia Kurniawasih 11. Ecih sukaesih
4.
Ade irawan 12. Nawi. M
5.
Suhanda 13. Rahmat farid
6.
Nurhayati 14. Sari Damayanti
7.
Eva .R 15. Aam Amalia
8.
Tetilawati 16. Nurul Hikmatul F
