Kamis, 06 November 2014

LAPORAN KKN TEMATIK STIT SIROJUL FALAH



 
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang
Pendidikan pada hakikatnya berlangsung seumur hidup, dari sejak dalam kandungan kemudian melalui seluruh proses dan siklus kehidupan manusia. Oleh karenanya, secara hakiki pembangunan pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan manusia. Upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia itu sendiri.
Pendidikan merupakan hak setiap warga Negara, maka di dalamnya mengandung makna bahwa pemberian layanan pendidikan kepada individu, masyarakat dan warga Negara adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Karena itu, manajemen pembangunan pendidikan harus di desain dan dilaksanakan secara terpadu dan diarahkan pada peningkatan akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi warga masyarakat, bermutu, efektif dan efisien dari perspektif manajemen. Pemerintah memiliki tugas dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi warganya sebagai hak warga yang harus dipenuhi dalam pelayanan pemerintahan.
Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat fundamental untuk mendukung upaya-upaya pembangunan di bidang lainnya. Pembangunan pendidikan dikatakan dasar bagi pembangunan lainnya mengingat secara hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah untuk membangun potensi manusia yang kelak akan menjadi pelaku pembangunan di berbagai bidang pembangunan lainnya.
Dalam pembukaan UUD 45 disebutkan bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, ini berarti pemerintah memiliki tanggung jawab yang sangat mendasar untuk mencerdaskan bangsanya seoptimal mungkin. Hal ini ditegaskan lebih rinci dalam BAB XII pasal 31 yang menyebutkan bahwa : (1) setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan (ayat 1); dan (2) setiap warga Negara berhak mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (ayat 2).
Permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan di  Provinsi Jawa Barat  antara lain : (1) Rata rata lama sekolah; (2)  Penuntasan melek aksara latin dan berhitung ; (3) Manajemen dan Tutor Pendidikan Anak Usia Dini; (4) Penyelenggaraan pendidikan di daerah terpencil dan tertinggal Manajemen Berbasis Sekolah; (5)  ; (6) program paket A/B/C.
Perguruan tinggi di Jawa Barat baik jumlah maupun kualitasnya sangat memadai, perguruan tinggi besar dan ternama cukup banyak terdapat di Jawa Barat. Dengan memberdayakan perguruan tinggi dalam penuntasan masalah-masalah pendidikan tentunya akan memberikan kontribusi yang bermakna. Melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik diharapkan peran perguruan tinggi dapat meningkatkan perannya dalam ikut mengatasi permasalahan pendidikan di Jawa Barat.
            Banyak faktor yang menyebabkan masih perlunya penuntasan  program Keaksaraan Fungsional ini, antara lain: (1) faktor ekonomi, (2) faktor budaya, (3) faktor geografi, dan (4) faktor keterbatasan anggaran dan SDM. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas program Keaksaraan Fungsional ini di Jawa Barat. Perguruan tinggi diharapkan ikut untuk mendorong percepatan Keaksaraan Fungsional ini terutama dengan program Kuliah Kerja Nyatanya (KKN) Tematik. Melalui Kuliah Kernya Nyata Tematik diharapkan gerakan program  Keaksaraan Fungsional di Jawa Barat   khususnya  di Kabupaten Subang dapat meningkat, sehingga Jawa Barat dapat dinyatakan bebas buta aksara latin.

B.        Dimensi KKN Tematik
Kuliah Kerja Nyata  memiliki beberapa dimensi yaitu: (1) sebagai program kurikuler, (2) program ko-kurikuler, (3) program ekstrakurikuler, dan (4) program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. KKN sebagai program kurikuler bertujuan: (1) melatih mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya (IPTEKSBUD) yang diperoleh di bangku kuliah untuk diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat, (2) melatih dan mengembangkan life skills dan karakter mahasiswa, (3) melatih mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan, sehingga mahasiswa memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang memerlukan bantuan, dan (4) menyiapkan calon pemimpin bangsa yang berpihak kepada kejujuran, keadilan, kebenaran dan masyarakat miskin. Kuliah Kerja Nyata Tematik sebagai program pengabdian kepada masyarakat bertujuan : (1) melatih mahasiswa dalam memecahkan masalah pembangunan di masyarakat, (2) melatih mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi suatu program di masyarakat, dan (3) menggali berbagai kondisi masyarakat sebagai feed back  (umpan balik) bagi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah, dan pengembangan tridharma perguruan tinggi.

C.      Status Kuliah Kerja Nyata
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah (STIT SIFA) merupakan program kurikuler wajib bagi seluruh mahasiswa STIT SIFA (S1). Program KKN ini termuat dalam kurikulum program S1, dengan bobot 4 SKS.

D.      Tujuan umum dan khusus Kuliah Kerja Nyata Tematik Keaksaraan Fungsional
1.      Tujuan Umum
Secara umum tujuan yang ingin dicapai dari   KKN Tematik Keaksaraan Fungsional ini adalah :
a)      Menuntaskan  program melek aksara latin di wilayah Desa Cihowe.
b)      Membantu pemerintah kabupaten, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi maupun dalam mempertajam umpan balik program keaksaraan fungsional.
2.      Tujuan Khusus
Secara khusus tujuan yang ingin dicapai  KKN Tematik Keaksaraan Fungsional ini adalah:
a)      Melakukan Perintisan dan Penguatan PKBM yang ada di wilayah sasaran program Kuliah Kerja nyata Tematik Keaksaraan Fungsional.
b)      Melakukan pemetaan terhadap penduduk usia produktif yang tergolong belum melek aksara latin.
c)      Mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan banyaknya penduduk belum melek aksara latin.
d)     Menganalisis hasil pemetaan dan identifikasi sebagai dasar untuk menentukan jenis program Keaksaraan Fungsional.
e)      Meningkatkan dan memotivasi kesadaran masyarakat dan institusi terkait akan pentingnya program  Keaksaraan Fungsional yang berkelanjutan.
f)       Memberikan skill of life berbasis potensi lokal untuk memotivasi warga belajar melakukan proses pembelajaran.
g)      Menyelenggarakan/terselenggaranya kegiatan pembelajaran Keaksaraan Fungsional  tingkat Dasar/Lanjutan.
h)      Menyelenggarakan evaluasi kegiatan pembelajaran Keaksaraan Fungsional tingat dasar/ lanjutan.

E.     Sasaran KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
              Sasaran Program KKN Tematik Keaksaraan Fungsional  adalah :
1        Warga masyarakat di Desa Cihowe yang masih buta baca tulis latin  dan berhitung
2        Calon Kader /Tutor Keaksaraan Fungsional
3        Pimpinan daerah setempat.(Desa, RW dan RT)
F.     Target KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
1      Terpetakannya data yang akurat tentang  penduduk usia produktif yang tergolong buta aksara.
2      Teridentifikasinya faktor utama yang menyebabkan banyaknya penduduk  yang  buta baca tulis latin dan berhitung ( Calistung ).
3      Terbentuknya kelompok-kelompok belajar Keaksaraan Fungsional.
4      Terjadinya proses pembelajaran Keaksaraan Fungsional secara rutin.
5      Meningkatnya kuanlitas dan kualitas pembelajaran Keaksaraan Fungsional.
6      Terdapatnya tutor/kader yang diyakini akan terus melaksanakan program Keaksaraan Fungsional.
7.      Terlaksananya evaluasi bagi warga belajar untuk mendapatkan Sertifikat Warga Belajar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul falah ( STIT SIFA ) Cibinong.
8.      Terdapatnya sejumlah warga belajar yang dinyatakan lulus dan memperoleh Sertifikat dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul falah ( STIT SIFA ) Cibinong

G.  Lokasi  KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
Lokasi Kuliah Kerja Nyata Tematik Keaksaraan Fungsional yang akan dilakukan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul falah ( STIT SIFA ) Cibinong Tahun 2014 di fokuskan di Kecamatan Ciseeng. Terseber di di 2 Desa, penyebaran lokasi, mahasiswa dan DPL dapat dilihat pada tabel berikut :







Tabel 3
Lokasi, Mahasiswa dan DPL KKN Tematik Keaksaraan Fungsional (KF) Tahun 2014

No
Kabupaten
/Kota
Kecamatan
Desa
Jml Mhs
DPL
1
Kabupaten bogor
Ciseeng
Cihowe
1.      Kelompok I
 ( RW 04 )
2.      Kelompok 2
( RW 03 )


17

18

Mulya Muthaharah, M. Si
Ahmad Sopian, S. Sy, M. Si
Supriyatin, M. Ag
Hj. Darlina Kartika R, M. Si
2
Kabupaten bogor
Ciseeng
Babakan
3.      Kelompok 3
 ( RW 04 )
4.      Kelompok 4
( RW 03 )


17

17

KH. Maslahuh Ihsan, MM. Pd
H. Hapudin, MM. Pd
Usep Awalani, M. Si
KH. Ahmad Sobari, M. Pd.I













Keterangan :
1.   Jumlah Kabupaten
2.   Jumlah Kota
3.   Jumlah Kecamatan
4.   Jumlah Desa
5.   Jumlah Mahasiswa
6.   Jumlah Dosen Pembimbing
:
:
:
:
:
:
1
-
1
2
69
8




H.  LANDASAN
1.      Undang – undang No 20 Tahun 2003
2.      Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999
3.      Keputusan Menteri agama RI No. 394 Tahun 2003
4.      Keputusan Menteri Agama RI No. 155 Tahun 2004
5.      Keputusan Menteri Agama RI No. 156 Tahun 2004
6.      Keputusan Menteri Agama RI No. 387 Tahun 2004
7.      Keputusan Dirjen Bimbaga Islam No. Dj/II/14/2005
8.      Kep. Gubernur Jawa Barat Nomor:423./Kep.901-Yansos/2011
9.      Surat Keputusan Ketua STIT No. 098/sk/STIT-SIFA/VIII/2014 tentang kegiatan Kuliah Kerja Nyata ( KKN )















BAB II
KONDISI OBJEKTIF KELURAHAN CIHOWE
KECAMATAN CISEENG KABUPATEN BOGOR
A.    Gambaran Geografi
Desa Gihowe merupakan salah satu Desa di Wilayah Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, dengan luas wilayah 221 Ha.  yang terbagi dalam 3 (tiga) Dusun, 5 (lima) Rukun Warga  (RW) dan 15 (lima belas) Rukun Tetangga (RT).
a.       Batas wilayah Desa Cihowe adalah sebagai berikut :
·         Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cogreg – Kuripan
·         Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Bojong  Indah – Cogreg
·         Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ciseeng  - Cibentang
·         Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cibentang – Kuripan    

b.      Jarak Kantor Desa ke Ibu Kota Kecamatan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat dan ke Ibu Kota Negara  adalah sebagai berikut :
1.      Ibu Kota Kecamatan  Ciseeng            : 3        Km.
2.      Ibu Kota Kabupaten Bogor.   : 25      Km.
3.      Ibu Kota Propinsi Jawa Barat : 70      Km.
4.      Ibu Kota Negara                     : 40      Km.
5.      Pemanfaatan lahan / penggunaan tanah di Desa Cihowe adalah sebagai berikut :

1.       Perumahan / pemukiman dan pekarangan            :   76  Ha.
2.       S a w a h                                                               :   90  Ha.
3.       Ladang / Huma                                                     :   50  Ha.
4.       J a l a n                                                                  :   1,6 Ha.
5.       Pemakaman / kuburan                                          :   1,3 Ha.
6.       Perkantoran                                                          :   0,1 Ha.
7.       Lapangan olah raga                                              :   0,7 Ha.
8.       Tanah / Bangunan pendidikan                              :   1,1 Ha.
9.       Tanah / Bangunan Peribadatan                             :   0,2 Ha.

6.      Sedangkan Tanah Kas Desa seluas 3,9  Ha, penggunaannya adalah sebagai berikut :
1.       Bangunan Kantor Desa                                       :  0,1 Ha.
2.       Bangunan  SD / SMP / MI                                   :  0,1 Ha.
3.       Tanah Makam / Kuburan                                      :  1,3 Ha.
4.       Masjid / Mushollah / Majelis Taklim                    :  0,2 Ha.
5.       Jalan Desa                                                             :  1,5 Ha.
6.       Lapangan olah gara                                              :  0,7 Ha.

B.     KONDISI   DEMOGRAFI 

Jumlah penduduk Desa Cihowe sampai akhir bulan Juni Tahun 2014  tercatat sebanyak 6.164 Jiwa terdiri dari :
1.       Laki-laki sebanyak            3.195  jiwa.
2.       Perempuan sebanyak        2.989 jiwa.
3.       Jumlah KK sebanyak        1.694 Jiwa.

a.       Jumlah penduduk menurut struktur umur sebagai berikut :
Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
J u m l a h
Laki-laki
Perempuan
0 – 4
332
305
637
5 – 9
206
220
426
10 – 14
225
280
574
15 – 19
311
265
576
20 – 24
181
164
345
25 – 29
190
154
324
30 – 34
218
217
435
35 – 39
217
207
424
40 – 44
231
195
425
45 – 49
207
207
414
50 – 54
318
208
526
55 – 59
206
237
443
60 – 64
150
148
298
65 Keatas
160
154
314
Jumlah
3.185
2.979
6.164

b.      Jumlah penduduk menurut agama yang di anut sebagai berikut :
1.       Is l a m                                          :           6.152   orang.
2.       Katolik                                          :           -           orang.
3.       Protestan                                       :           12        orang.
4.       Budha                                           :           -           orang.
5.       Hindu                                           :           -           orang.

c.       Keadaan mata pencaharian penduduk Desa Cihowe, adalah sebagai berikut :

1.       Belum / Tidak bekerja                  :           2.821   orang
2.       Petani / Peternak                           :           350      orang.
3.       Pedagang                                      :           107      orang.
4.       Pegawai Negeri                            :           11        orang.
5.       TNI / Polri                                    :           2          orang.
6.       Pensiunan / Purnawirawan           :           3          orang.
7.       Swasta                                          :           32        orang.
8.       Wiraswasta                                   :           97        orang.
9.       Buruh pabrik                                 :           429      orang.
10.   Pengrajin                                      :           32   orang.
11.   Tukang bangunan                         :           54   orang.
12.   Penjahit                                         :           341 orang.
13.   Tukang las                                    :           15   orang.
14.   Tukang ojeg                                  :           17   orang.
15.   Bengkel                                        :           8     orang.
16.   Sopir Angkutan                            :           80   orang.
17.   lain – lain .                                    :           1722 orang.

d.      Adapun, Tingkat Pendidikan Penduduk Desa adalah sebagai berikut :

1.         Belum / Tidak Sekolah sebanyak             :           1.625   orang.
2.         Tidak tamat SD / Sederajat sebanyak      :           1.758   orang.
3.         Tamat SD / Sederajat sebanyak               :           1.671   orang.
4.         Tamat SLTP / Sederajat sebanyak           :              742   orang.
5.         Tamat SLTA / Sederajat sebanyak          :              345   orang.
6.         Tamat Akademi / Sarmud sebanyak        :                  6   orang.
7.         Tamat Perguruan Tinggi / SI sebanyak    :                14   orang.
8.         Tamat Perguruan Tinggi / S2 sebanyak    :           -           orang.
9.         Tamat Perguruan Tinggi / S3 sebanyak    :           -           orang.

  1. Kondisi Sosial, Budaya, dan Ekonomi
Secara umum kondisi sosial politik serta ketentraman dan ketertiban di wilayah Desa Cihowe cukup mantap dan terkendali. Dalam hal ini, kehidupan politik warga masyarakat dapat tersalurkan sesuai dengan aspirasinya seiring dengan bergulirnya repormasi dan banyaknya Partai politik yang berkembang pada data ini.
Berkaitan dengan masalah keamanan dan ketertiban, dapat disampaikan bahwa pada Tahun 2014  situasi dan kondisi desa Cihowe terbilang aman. Adapun gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi antara lain :
1.    Pencurian sebanyak               2          kali
2.    Penipuan  sebanyak               0          kali
3.    Perampokan sebanyak           0          Kali
4.    Pemerkosaan sebanyak          0          kali
5.    Narkoba sebanyak                 0          kali
6.    Pembunuhan sebanyak          0          kali
7.    Perjudian sebanyak                0          kali
8.    Perkelahian sebanyak            0          kali
9.    Pemerasan sebanyak              0          kali
10.  Penculikan sebanyak             0          kali
11.  Pemalsuan sebanyak              0          kali
12.  Perzinahan sebanyak             0          kali
13.  Penganiayaan sebanyak         0          kali
14.  Pengrusakan sebanyak           0          kali
15.  Penyerobotan tanah               0          kali
16.  Lain – lain sebanyak              0          kali
Adapun jumlah anggota Perlindungan Masyarakat  (Linmas) sampai saat ini tercatat sebanyak 32 orang. Berkaitan dengan keberadaan dan kelembagaan Linmas, dimana saat ini sudah dibentuk  dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor  Kantor Kesbang dan Linmas yang mengatur tentang keberadaan Linmas di Tingkat Kabupaten Bogor, sesuai dengan berubahnya Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kabupaten Bogor.
  1. SARANA DAN PRASARANA
a.        Sarana dan prasarana Pemerintahan Desa          :

1.  Kantor Desa                                   :           1          buah.
2.  Balai pertemuan / aula                    :           -           buah.
3.  Ruangan kantor BPD                     :           1          buah
4.   Ruangan kantor LPM                   :           1          buah
5.   Ruangan PKK                              :           1          buah
6.   Pos Kamling                                  :           5          buah. 
  1. Sarana dan prasarana umum         

1.   Jalan beton                                    :           -           Km.
2.   Jalan Hotmix                                 :           -           Km.
3.   Jalan Aspal                                    :           1,95    Km.
4.   Jalan Pengerasan                           :           -           Km.
5.   Jalan Tanah                                   :           2,4       Km.
6.   Jalan gang                                     :           2          Km.
7.   Jembatan                                       :           16        buah.
    1. Sarana dan Prasarana Pendidikan Umum           
           1.         TK                                           :           -           buah.
           2.         SD                                           :           2          buah.
           3.         SLTP                                       :           -           buah.
           4.         SMU / SMK                            :           -           buah.
           5.         DIPLOMA                             :           -           buah.
           6.         Perguruan Tinggi                     :           -           buah.
           7.         Tempat-tempat Kursus            :           -           buah.
           8.         BLK                                        :           -           buah.

b.      Sarana dan Prasarana Pendidiakn Islam   :                  
          1.         R.A / TK ALQUR’AN           :           6          buah.
          2.         MADRASAH IBTIDAIYAH           :           1          buah.
          3.         M T S                                      :           1          buah.
          4.         M A N                                     :           -           buah.
          5.         Pondok Pesantren                   :           1          buah.
          6.         Majelis Taklim             :           13        buah.

    1. Sarana dan Prasarana Peribadatan            :

           1.         Masjid                                     :           8          buah
           2.         Mushola                                  :           8          buah
           3.         Gereja                                      :           -           buah
           4.         Vihara                                     :           -           buah
           5.         P u r a                                      :           -           buah

    1. Sarana dan Prasarana Kesehatan   :

      1.             Puskesmas                                           :           -           buah
      2.             BKIA Rumah Bersalin                       :           -           buah
      3.             Poliklinik                                             :           -           buah
      4.             Posyandu                                            :           8          buah
      5.             Apotik / Toko obat                              :           -           buah
Sedangkan jumlah tenaga medis yang ada dan melaksanakan praktek di desa, adalah sebagai berikut :                         
      1.             Dokter Puskesmas                               :           -           orang
      2.             Dokter Praktek Swasta                       :           -           orang
      3.             Bidan Desa                                         :           1          orang
      4.             Bidan Praktek Swasta                         :           -           orang
      5.             Dukun beranak terlatih                       :           1          orang
      6.             Dukun beranak tak terlatih                 :           1          orang
      7.             Kader Posyandu                                 :        26           orang

    1. Fasilitas Perekonomian / Perdagangan       :
           
      1.             Bank Pemerintah                     :           -           buah
      2.             Kios/Toko/Warung                  :           24        buah
      3.             Matrial/Bahan Bangunan        :           -           buah
      4.             Wartel/Kiostel                         :           -           buah
      5.             Pom Bensin                             :           -           buah

    1. Lain-lain Fasilitas / Sarana dan Prasarana yang ada        :

       1.            Lapangan Sepak Bola             :           1          buah
       2.            Lapangan Badminton             :           2          buah
       3.            Lapangan Basket                    :           -           buah
       4.            Lapangan Bola Voli                :           -           buah
       5.            Lapangan Tenis                       :           -           buah












PETA WILAYAH DESA CIHOWE


BAB III
PROGRAM  KEGIATAN

A.    Bidang Keagamaan dan Pendidikan
Dalam bidang keagamaan, Mahasiswa peserta KKN Tematik turut aktif dalam pengajian di Pondok Pesantren dan di majlis – majlis ta’lim di Desa Cihowe.

a.      Tahapan program:
  1. Identifikasi Keaksaraan
Sebelum terlibat dalam proses belajar mengajar maka tutor terlebih dahulu melakukan identifikasi keaksaraan. Identifikasi keaksaraan dimaksudkan untuk mengetahui potensi masyarakat dan masalah-masalah yang dihadapinya.
Melalui kegiatan observasi keaksaraan, maka tutor sebagai pemeran utama dalam program pendidikan keaksaraan akan mendapatkan gambaran yang tepat tentang kemampuan dasar dan kebutuhan mendengarkan, berbicara,  membaca, menulis, serta berhitung masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melibatkan warga belajar dalam proses membuat kesepakatan belajar dan rencana pembelajaran.
Oleh karena kemampuan masing-masing warga belajar pada awal masuk kelompok belajar tidak sama, maka sebelum membuat kesepakatan belajar dan menyusun rencana pembelajaran terlebih dahulu tutor perlu menilai kemampuan awal setiap warga belajar guna memperoleh gambaran tentang keterampilan dasar dan kemampuan fungsionalnya. 
  1. Membuat Kesepakatan Belajar
Kesepakatan belajar merupakan kegiatan pertama dalam kelompok belajar untuk memulai proses pembelajaran. Kesepakatan belajar merupakan bentuk kesepakatan antara tutor dan warga belajar dalam mengidentifikasi bahan belajar atau materi pembelajaran. Kesepakatan belajar akan membantu kelompok belajar dalam mengelola pembelajaran dan membantu tutor dalam mengevaluasi kemajuan warga belajar.
  1. Menyusun Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran disusun oleh tutor dan didiskusikan bersama dengan warga belajar. Rencana pembelajaran harus memuat aktifitas diskusi, membaca, menulis, berhitung, dan aksi (penerapan) sesuai dengan topik pembelajaran yang telah dipilih dan disepakati warga belajar sebagaimana tertuang dalam kesepakatan belajar.
  1. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sesuai kesepakatan warga dan setelah melalui tiga kegiatan sebelumnya yang telah diuraikan di atas.
  1. Kegiatan-kegiatan lain di samping kegiatan pendidikan keaksaraan
Selain melaksanakan kegiatan pendidikan keaksaraan, Tim KKN Tematik  STIT Sirojul Falah Tahun 2014 bertempat di Desa Cihowe, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor juga melakukan program-program lain, diantaranya Mengisi Pengajian Diniyah Takmiliyah Salafi, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Pengajian Remaja, Bakti Sosial, Pelatihan Qosidah, Pengajaran PAI di Mts Athfalul Haq, Les Baca Usia dini serta kegiatan-kegiatan lain yang bersifat positif selama tidak mengganggu kegiatan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional.

b.      Tempat Pelaksanaan KKN

Kegiatan KKN Tematik  ini bertempat di Dusun II Desa Cihowe,  Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Terdiri dari 3 majlis ta’lim, yaitu :
1.      Majlis Ta’lim Daarul Hikmah
2.      Majlis Ta’lim Asyhirot
3.      Majlis Ta’lim Umul Quro
Untuk teknis pelaksanaan kami memfokuskan masing-masing tutor di setiap majlis ta’lim.
c.       Waktu Pelaksanaan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional

Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional di Kp. Cibentang, Desa Cihowe, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor berlangsung selama 30 (tiga puluh) hari efektif, yaitu terhitung mulai tanggal 16 Agutus s.d 15 September Tahun 2014.
d.      Tahapan Program  Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan

1.    Orientasi Lapangan
Setelah mahasiswa peserta KKN Tematik KF berada di lokasi Desa/ Kelurahan, maka pada dua hari pertama mahasiswa melakukan orientasi lapangan yang difokuskan pada kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a.    Mengadakan perkenalan dengan Kepala Desa /Lurah dan aparat desa lainnya, serta para tokoh masyarakat setempat dalam rangka membangun hubungan sosial yang baik dengan pihak masyarakat.
b.    Mengadakan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Desa dan aparat desa lainnya untuk menyusun rencana program kegiatan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional.
c.    Melakukan pendataan dan identifikasi nama-nama calon warga belajar pendidikan keaksraaan yang meliputi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir atau umur, alamat lengkap, jenis kelamin, status keaksaraan.
d.   Menyusun rencana dan langkah-langkah kongkrit dalam rangka pelaksanaan program pembelajaran.
e. Mengadakan pertemuan pra kondisi dengan calon warga belajar yang telah didata dan diidentifikasi dalam rangka menyampaikan beberapa informasi awal tentang rencana pelakasanaan program.
f.   Menyiapkan sarana prasarana pendukung yang dibutuhkan dalam proses kegiatan pembelajaran.


2.    Pembentukan Kelompok Belajar
Setelah dianggap cukup dalam melakukan kegiatan orientasi lapangan, maka mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan berikut:
a.    Membentuk kelompok belajar  yang beranggotakan setiap kelompok minimal 15 (lima belas) warga belajar.
b.   Menetukan dan menyiapkan tempat yang representatif untuk pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan jumlah kelompok dengan melakukan koordinasi dan konsultasi bersama Tokoh Masyarakat setempat atau aparat desa lainnya.
c.   Menyusun jadwal kegiatan proses pembelajaran dengan memperhatikan kesempatan atau waktu yang dimiliki oleh masing-masing warga belajar agar mereka merasa nyaman dan tidak terganggu aktifitas rutin harian.
d.  Menyusun kontrak belajar (kesepakatan bersama dengan warga belajar) untuk membangun komitmen bersama agar terget tercapai sesuai dengan waktu yang tersedia.
3.    Proses Pembelajaran
a.    Kegiatan pembelajaran tutorial Keaksaraan Fungsional dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin secara efektif dan efisien.
b.    Menyiapkan semua perencanaan dan persiapan secara matang.
c.    Melakukan evaluasi secara bertahap pada setiap proses pembelajaran untuk mengukur hasil dan perkembangan kemampuan warga belajar secara cepat dan tepat.
d.   Mengkonsultasikan beberapa kesulitan dalam proses pembelajaran kepada DPL atau Tim Pelakasanaan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional.
e.    Mencatat semua proses pelaksanaan kegiatan KKN Tematik setiap hari ke dalam buku kerja individu sebagai bahan pembuatan laporan akhir kegiatan KKN dan memintakan tanda tangan DPL pada buku kerja individu ketika dilakukan pendampingan di lokasi KKN.
f.     Mendokumentasi setiap aktivitas yang berhubungan langsung dengan kegiatan KKN Tematik KF  untuk keperluan lampiran laporan akhir kegiatan KKN dan visualisasi pada saat dilakukan kunjungan kerja pimpinan di lokasi KKN.
g.    Melakukan evaluasi hasil pembelajaran pada akhir kegiatan KKN Tematik  sesuai dengan standar bahan evaluasi yang telah ditetapkan

1.      Garapan Khusus

Untuk bidang garapan khusus, yaitu bidang pendidikan dan keagamaan mahasiswa KKN turut serta dalam kegiatan  belajar mengajar di Mts, Diniyah, PAUD, TPA, dan bimbingan belajar serta pelaksanaan program pengajian/Majlis Ta’lim. Adapun keseluruhan pemetaan jadwal kegiatan peserta KKN dilampirkan dalam lampiran.
2.   Garapan Umum/ penunjang
Untuk garapan umum yaitu mencakup dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi serta kesehatan mahasiswa KKN turut serta membantu dalam terlaksananya pembuatan MCK di PP. Daarul Hikmah, dan membantu pada program POSYANDU yang berada di RT 02, serta mengunjungi beberapa perekonomian warga dan turut mencari informasi dalam meningkatkan perekonomian warga















BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM

A.    Pendataan Calon Warga Belajar
Pendataan calon warga belajar dilakukan sehari setelah pembukaan KKN. Pendataan yang berlangsung selama 4 hari dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya koordinasi dengan Kepala Desa yang diteruskan ke Kepala Dusun II dengan cara mendatangi majlis ta’lim-majlis ta’lim dan pendekatan personal (door to door) ke rumah masing-masing calon warga.

B.     Pembentukan Kelompok Belajar
Data calon warga belajar yang didapat pada proses pendataan diklasifikasikan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Klasifikasi warga sesuai dengan alamat tempat tinggal tersebut memudahkan dalam pembentukan kelompok belajar. Kesepakatan pembentukan kelompok belajar dilakukan dan didiskusikan bersama oleh tutor dan calon warga belajar. Pembentukan kelompok belajar dilakukan dengan  mengadakan pertemuan bersama warga belajar serta mahasiswa KKN yang akan berperan sebagai tutor. Dari hasil pertemuan yang berlokasi di masing-masing majlis ta’lim, diperoleh data bahwa warga belajar dikelompokkan menjadi 3 kelompok belajar.

1.      Proses Pelaksanaan Pembelajaran
a. Strategi pembelajaran
Telah dimaklumi bersama bahwa pada umumnya sasaran program penuntasan buta aksara terdiri dari masyarakat orang dewasa. Oleh karena itu dalam membelajarkan mereka tentu harus memperhatikan konsep belajar untuk orang dewasa (andragogi).
Ada beberapa prinsip belajar bagi orang dewasa yang harus dipahami setiap tutor, antara lain adalah:
A.    Pembelajaran berorientasi pada masalah yang dihadapi warga belajar (problem oriented).
B. Pembelajaran berorientasi pada pengalaman sendiri warga belajar (experiences oriented)
C.    Warga belajar bebas untuk belajar sesuai dengan pengalamannya, dan pengalaman bermakna (meaningfull) bagi warga belajar.
D.    Tujuan pembelajaran ditentukan dan disetujui warga belajar melalui kontrak belajar (learning Contract).
E.     Warga Belajar memperoleh umpan balik tentang pencapaian tujuan pembelajaran.
F.     Motivasi instrinsik menghasilkan pembelajaran lebih mudah diserap dan lebih permanen.
G.    Bahan ajar lebih mudah dipelajari oleh WB apabila sesuai dengan kebiasaannya.
H.    Partisipasi aktif setiap WB dalam proses pembelajaran memperbaiki ingatan mereka.

Ø  Berdasarkan prinsip-prinsip di atas maka ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari setiap tutor, yaitu:
a.       Warga belajar termotivasi untuk belajar jika materi pembelajaran sesuai dengan pengalaman, minat, dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, materi pembelajaran dibuat menarik dan ada hubungannya secara langsung dengan pengalaman, minat, dan kebutuhan hidup sehari-hari warga belajar.
b.      Setiap WB memiliki pengalam sendiri dan pengalaman mereka merupakan sumber utama bagi proses pembelajaran. Oleh karena itu metode utama dalam pembelajaran adalah menganalisis pengalaman WB secara bersama-sama.
c.      Orientasi belajar berhubungan erat dengan kehidupan WB, sehingga unit yang tepat untuk pembelajaran adalah situasi kehidupan sehari-hari setiap WB, bukan mata pelajarannya.
d.     Setiap WB mempunyai keinginan dan kebutuhan untuk mengarahkan diri menuju kemandirian berdasarkan situasi tertentu. Oleh karena itu, tutor memberikan dorongan semangat yang terus-menerus, dapat berperan dalam meningkatkan proses saling memberi dan menerima, bukan mentransfer pengetahuan kepada mereka.
e.       Tutor memposisikan setiap WB sebagai subjek aktif dalam proses-proses perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, tutor memberikan kesempatan penuh kepada warga belajar untuk memanfaatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya dalam kelompok belajar.
f.       Setiap WB senang bila aktifitas belajarnya dapat memecahkan masalah mereka menjadi bermakna bagi kehidupannya, dan hasil belajarnya dapat diterapkan.Oleh karena itu, materi pembelajaran bersifat praktis, konkrit, dan bermanfaat bagi WB, bukan hal-hal yang bersifat teoritik dan abstrak.

2.  Penyusunan Bahan Ajar Tematik
a.       Pengertian Bahan Ajar Tematik
Tematik adalah pokok isi atau wilayah isi dari suatu bahasan materi yang terkait dengan masalah dan kebutuhan lokal yang dijadikan tema atau judul dan akan disajikan dalam proses pembelajaran dikelompok belajar.
b.      Tujuan Penyusunan Bahan Ajar Tematik
Penyusunan bahan ajar tematik dalam program keaksaraan fungsinal bertujuan untuk :
1)      Memberikan arah pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan WB
2)      Membantu memeperjelas materi yang disajikan sehingga mudah dierima dan dipahami WB
3)      Melakukan Penuntasan ruang lingkup materi agar lebih fokus atau tidak terlampau luas
4)      Mempercepat hasil pembelajan terhadap WB
5)      Memperkuat kemampuan keaksaraan WB agar tidak buta aksara kembali dan menjadi WB yang mandiri
6)      Memberikan akses kemudahan WB dalam memperoleh informasi
7)      Mengembangkan kesadaran kritis WB
8)   Membentuk sikap mental rasional dan ilmiah dikalangan WB
9)  Membangun suasana kelompok belajar yang menyenangkan dan menghibur WB
c.       Manfaat Bahan Ajar Tematik
Penyusunan bahan ajar tematik dalam program keaksaraan fungsional diharapkan memberikan manfaat :
1)      Proses pembelajaran lebih terarah sesuai dengan minat dan kebutuhan WB
2)      Merangsang WB untuk aktif dalam proses menentukan kebutuhan belajarnya sendiri
3)      Materi pembelajaran lebih jelas dan fokus sehingga akan cepat dan mudah diterima dan dipahami WB
4)      Sebagai alat bantu bagi tutor dalam membelajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada WB
5)      Sebagai alat bantu bagi tutor untuk menyampaikan pesan atau meteri pembelajaran yang harus dikuasai oleh WB.



  1. Tempat dan Waktu Pembelajaran
Kegiatan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional ini bertempat di Kp Cibentang, Desa Cihowe, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.Sedangkan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kesepakatan warga belajar yang kemudian akan dibentuk kelompok belajar. Tempat pembelajaran itu hendaknya dekat dengan pemukiman warga, dan memiliki sarana prasarana serta kondisi yang mendukung proses pembelajaran tersebut. Sebagian besar lokasi kegiatan pembelajaran kelompok belajar bertempat di kediaman ketua RT masing-masing





NO
TEMPAT
WAKTU
1
MT. UMMUL QURO ( Ibu Siti )
Senin- Kamis
18.30-20.30 WIB
2
MT. DAARUL HIKMAH
Senin & kamis
09.00-10.00 WIB
3
MT. ASSHIROT
Senin & Kamis
02.00-03.00 WIB
.

Faktor Pendukung dan Penghambat
  1. Dukungan Program Keaksaraan Fungsional antara lain :
a.           Adanya bantuan dari perangkat desa yang membantu mengumpulkan warga dan mensosialisasikan program Keaksaraan Fungsional.
b.          Adanya bantuan dari warga sekitar untuk menyediakan tempat belajar kegiatan PBA.
c.           Peran aktif dan semangat warga belajar dalam mengikuti proses belajar sehingga memperlancar jalannya program.
d.          Motivasi dari mahasiswa sendiri untuk melaksanakan kegiatan Keaksaraan Fungsional..
  1. Hambatan yang dihadapai antara lain :
a.         Banyak warga yang malu untuk mengikuti proses belajar KF.
b.        Kesibukkan warga masyarakat akan pekerjaannya sehingga sulit sekalimembagi waktu untuk belajar.
c.         Banyak warga yang sudah terlalu lelah dengan beban hidup sehingga jarang sekalimemikirkan masalah pendidikan.
d.       Keadaan fisik warga belajar yang tidak mendukung karena capek atau sudah tua.
    e.   Faktor usia menyebabkan beberapa warga belajar sulit menerima materi yang diberikan.

I.         Upaya Mengatasi Hambatan
Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut di atas antara lain:
  1. Melakukan pendekatan dengan warga melalui kunjungan kerumah-rumah untuk bersilaturahmi.
  2. Mengadakan kegiatan-kegiatan di luar KF yang mampu mempererat hubungan dengan WB seperti pengajian, memasak, posyandu, dsb.
  3. Bantuan kepala desa, ketua RT/RW sangat diperlukan untuk memberikan pengarahan kepada calon warga belajar untuk mengikuti kegiatan ini karena mengingat pentingnya pendidikan bagi warga.
  4. Meminta bantuan warga sekitar dalam memperlancar jalannya kegiatan KKN ini, meminjam peralatan untuk praktek keterampilan warga belajar.
  5. Memberikan pengertian pada warga belajar  bahwa waktu pembelajaran hanya sebentar jadi diharapkan warga belajar datang lebih awal.
  6. Ingatan warga belajar yang sudah lemah diupayakan dengan mengulangi bahan ajar pertemuan sebelumnya pada awal kegiatan pembelajaran. dan setelah itu baru melanjutkan ke bahan ajar selanjutnya.
Adapun dibidang garapan yang dilaksanakan oleh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah Bogor, khususnya kelompok 1 kelurahan cihowe kecamatan ciseeng kabupaten Bogor, diprioritaskan pada:
A.      Program-program KKN yang dijalankan
1.      Garapan pokok : Bidang Keaksaraan Fungsional.
Ø  Bidang Keaksaraan Fungsional
·         Mengajar dan membantu proses belajar mengajar bagi warga yang buta aksara.
·         Mengadakan perlombaan bagi warga belajar
·         Mengadakan kegiatan seperti memasak bersama ibu-ibu warga belajar agar tambah akrab tali silaturrahmi
2.      Garapan penunjang : Bidang Keagamaan, Pendidikan, Social, Ekonomi, Kesehatan, Lingkungan Dan Budaya.
·         Bidang Keagamaan
a.       Programnya meliputi : pengajian bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, maupun anak-anak.
b.      Mengajarkan dan ikut serta dalam kegiatan pengajian ibu-ibu dan anak-anak
·         Bidang Pendidikan
a.       Mengadakan bimbingan belajar
b.      Mengenalkan dan membimbing anak-anak MD( Madrasah Diniyah) dalam mengenalkan budaya lewat nyayian dan tarian.
·         Bidang Sosial, Ekonomi, Kesehatan, lingkungan dan Budaya
a.       Silaturrahmi dan Observasi ke aparat kelurahan, tokoh masyarakat, kader posyandu, lembaga pendidikan formal dan non formal serta warga masyarakat.
b.      Kunjungan ke Wirausaha pembuatan manik-manik dan pembuatan aksesoris wanita
c.       Kunjungan ke pembudidayaan ikan hias dan pertanian pohon palem
d.      Membuat MCK untuk Pondok pesantren DAARUL HIKMAH RW 04
e.       Ikut serta dalam kegiatan posyandu
f.       Mengadakan kegiatan olahraga bersama
g.      Melatih pemudi dalam memainkan qosidah
3.      WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah Bogor untuk tahun 2014 dilaksanakan mulai hari kamis 14 agustus 2014 sampaihari senin tanggal 15 september 2014.
Adapun Tim penyusunan dalam hal ini adalah kelompok 1 yang diamanahi wilayah Kuliyah Kerja Nyata ( KKN ) di Kelurahan Cihowe Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.
4.      PESERTA KKN
Peserta Kuliyah Kerja Nyata ( KKN ) kelompok 1 di Kelurahan Cihowe Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor sebanyak 16 orang mahasiswa Seokolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah ( STIT SIFA ).
Adapun nama-nama peserta KKN kelompok 1 terlampir.




B.    Hasil KKN Tematik tiap bidang Tema  KKN
Bidang Keaksaraan Fungsional
Meminimalkan dan mengentaskan buta aksara pada masyarakat Desa Cihowe, mencetak kader dan kelangsungan program KF, yang bertempat di PP. Daarul Hikmah dan Majlis Ta’lim Ummul Quro.


Pelaksanaan program kader KF yaitu:

NO
TEMPAT
WAKTU PELAKSANAAN
PELAKSANA
1
PP. Daarul Hikmah
Selasa & Kamis
08.00-10.00 WIB
Ustdz. Nurlela
2
MT. Ummul Qurra
Sabtu.
18.30-20.00 WIB
Siti Alfiah

Selain mencetak kader demi kelangsungan program KF kami juga dari kelompok 1 memberikan sejumlah Al-Qur’an pada beberapa Majlis Ta’lim, dan merenovasi gedung PAUD yang bertempat di PP. Daarul Hikmah

Program dibidang pendidikan yang kami rencanakan dan belum sempat terealisasi karena permasalahan birokrasi dan waktu KKN yang terbilang singkat yaitu :



 













BAB V
EVALUASI DAN PELAPORAN KKN TEMATIK KEAKSARAAN FUNGSIONAL

A.    Evaluasi
         Evaluasi KKN Tematik Keaksaran Fungsional dilakukan pada setiap tahapan kegiatan mulai dari tahap diklat, pelaksanaan di lapangan, dan penyusunan laporan akhir kelompok. Oleh karena evaluasinya termasuk mencakup evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses mencakup evaluasi pada tahapan proses-proses yang harus dijalani oleh setiap mahasiswa KKN Tematik. Sedangkan evaluasi hasil dilihat dari hasil-hahil KKN Tematik di lapangan sebagai dampak dari pelaksanaan program KKN Tematik KF oleh mahasiswa sesuai dengan perencanaan program yang telah ditetapkan sebelumnya.

B.     Evaluasi Peserta KKN Tematik
       Evaluasi ini dilakukan oleh Dosen yang menjadi narasumber pembekalan dan DPL. Komponen yang dinilai adalah :
1.    Pembekalan
Penilaian dilakukan pada saat pembekalan (kehadiran dan pertisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembekalan) dan setelah selesai pembekalan melalui test. Tujuan test adalah untuk mengukur kemampuan pemahaman mahasiswa terhadap materi pembekalan.
2.    Penyusunan program kerja
Penilaian program kerja didasarkan pada :
a)    Isi program kerja, mencakup :
-       Kesesuaian program kerja dengan tema KKN Tematik serta masalah dan potensi kelompok sasaran.
-       Kesesuaian jadwal pelaksanaan program kerja dengan jenis program, sasaran, manfaat kegiatan, pencapaian.
a)    Penulisan, mencakup :
-       Sistematika penulisan
-       Kerapihan, kelengkapan data
b)   Ketepatan penyerahan laporan Penyusunan program kerja.
c)    Aktifitas mahasiswa dalam penyusunan program kerja (x1).
3.    Pelaksanaan program kerja
Penilaian pelaksanaan program kerja didasarkan :
a)    Kemampuan merealisasikan program kerja yang bersifat fisik maupun non fisik.
b)   Kemampuan menyelenggarakan program tambahan diluar program kerja yang telah ditetapkan.
c)    Kemampuan mendayagunakan potensi lokal.
d)   Kemampuan mengembangkan jaringan dan konsultasi.
e)    Kesesuaian program kerja dengan nilai-nilai sosial budaya setempat.
4.    Kinerja mahasiswa peserta KKN-Tematik
Penilaian kinerja mahasiswa didasarkan pada :
a)    Disiplin, yang ditandai dengan :
-       Frekuensi kehadiran di lokasi KKN Tematik
-       Ketepatan waktu dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
-       Mentaati peraturan KKN Tematik
b)   Kerjasama, yang ditandai dengan :
-       Kemampuan menjalin kerjasama antar mahasiswa
-       Kemampuan bekerjasama dengan lembaga pemerintah, tokoh masyarakat, kader, warga masyarakat.
c)    Penyesuaian diri, yang ditandai dengan :
-       Kemampuan menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial budaya masyarakat serta situasi dan kondisi di lokasi KKN Tematik.
-       Kemampuan menyesuaikan diri bekerja dengan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
d)   Aktifitas kerja yang ditandai dengan :
-       Kemampuan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan
-       Kesungguhan dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
-       Kemampuan untuk mengembangkan inisiatif serta kreatifitasnya dalam melaksanakan kegiatan KKN Tematik.
-       Kemampuan untuk menggerakkan masyarakat.
-       Kemampuan untuk memecahkan masalah.
5.    Laporan KKN Tematik, ditandai dengan penilaian terhadap :
a)    Sistematika dan cara penulisan laporan.
b)   Isi laporan, mencakup : Jenis kegiatan, target, pencapaian target, penggunaan dana, ketepatan jadwal, faktor pendorong dan hambatan yang terjadi selama pelaksanaan program KKN Tematik dan upaya yang telah dilakukan untuk mengatasinya serta kelengkapan data.
c)    Peranserta individu dalam penyusunan laporan.
6.    Bobot Komponen Penilaian
            Komponen penilaian diberi bobot seperti berikut ini :
a.
Pembekalan (materi, proses dan isi)
: 10 %
b.
Penyusunan Program Kerja
: 5 %
c.
Pelaksanaan Program Kerja
: 10 %
d.
Kinerja Mahasiswa (kehadiran, aktifitas, perilaku)
: 70 %
e.
Laporan KKN Tematik
: 5 %
7.    Nilai Akhir
           Metoda penilaian diserahkan kepada masing-masing
           perguruan tinggi penyelenggara KKN Tematik

C.      Evaluasi Program KKN Tematik
            Evaluasi program KKN Tematik dilaksanakan oleh penyelenggara KKN Tematik. Bahan  evaluasi dapat diperoleh dari laporan tertulis mahasiswa maupun DPL. Tujuannya untuk mengetahui tingkat keberhasilan program. Aspek-aspek yang dievaluasi meliputi hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan, pelaksanaan tiap tahapan kegiatan termasuk penyusunan laporan dan penilaian. Bila diuraikan lebih jauh, aspek-aspek yang dievaluasi mencakup antara lain :
1.      Keseluruhan proses kegiatan
2.      Perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat yang menjadi sasaran KKN Tematik
3.      Respon dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan KKN Tematik
4.      Keterbukaan masyarakat terhadap inovasi.
5.      Umpan balik pasca kegiatan KKN Tematik
            Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana tujuan yang telah dicapai dan dampak yang ditimbulkannya, perkembangan kepribadian mahasiswa, pemberdayaan masyarakat dan perkembangan kelembagaan.

D.    Pelaporan
            Kegiatan KKN Tematik wajib dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun manajerial melalui suatu laporan. Materi laporan meliputi kegiatan perencanaan program, perkembangan pelaksanaan program hingga evaluasi penyelenggaraan KKN Tematik secara keseluruhan. Laporan ini dapat menjadi umpan balik guna pengembangan dan peningkatan pelaksanaan KKN Tematik pada waktu berikutnya agar kegiatan KKN Tematik ini dapat berdaya guna dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
      Laporan KKN Tematik terdiri dari Laporan Mahasiswa dan Laporan Penyelenggara KKN Tematik
5.    Laporan Kelompok Mahasiswa Peserta KKN Tematik
Laporan Mahasiswa berisi tentang Laporan Rencana Program Kegiatan (LRPK) dan Laporan Pelaksanaan Program Kegiatan (LPPK) secara individu maupun kelompok. Laporan ini disampaikan kepada DPL sebagai salah satu aspek dari nilai akhir. Sistematika laporan ditentukan oleh penyelenggara KKN Tematik.
6.    Laporan Penyelenggara KKN Tematik
Laporan Penyelenggaraan KKN Tematik disusun dan dilaporkan oleh penanggung jawab penyelenggaraan KKN Tematik. . Isi laporan paling sedikit harus memuat hal-hal sebagai berikut :
a)         Rencana Kegiatan
b)        Penyelenggaraan program KKN Tematik
c)         Permasalahan dan upaya penanggulangannya
d)        Rencana tindak lanjut.


E. Sistematika Penulisan Laporan Kelompok Mahasiswa
          Sistematika penulisan pelaporan yang menjadi panduan adalah sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN berisi :
a.       Latar belakang
b.      Dimensi KKN Tematik
c.       Status KKN
d.      Tujuan umum  dan khusus KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
e.       Sasaran  KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
f.       Target KKN Tematik Keaksaraan Fungsional
BAB II.  KONDISI OBJEKTIF MASYARAKAT DESA Berisi :
a.       Gambaran geografis
b.      Kondisi demografi
c.       Kondisi sosial, budaya, dan ekonomi
d.      Sarana dan prasarana
BAB III PROGRAM KEGIATAN
      Mencakup bidang program khusus dan umum/penunjang
BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM disertai faktor pendukung dan penghambat
BAB V EVALUASI



LAPORAN AKHIR
MAHASISWA PESERTA KULIAH KERJA NYATA STIT SIROJUL FALAH-BOGOR TAHUN AKADEMIK 2014-2015
Disusun oleh
1.   Jamilah                   9.   Nisa chaerunnisa
2.   M. Jalaludin          10. Pepen supendi
3.   Nia Kurniawasih   11. Ecih sukaesih
4.   Ade irawan            12. Nawi. M
5.   Suhanda                 13. Rahmat farid
6.   Nurhayati               14. Sari Damayanti
7.   Eva .R                     15. Aam Amalia
8.   Tetilawati               16. Nurul Hikmatul F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar